Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Cedera Parah Mewarnai Bupati Tangerang U-13 Cup, BMS FC Menyerukan Tindakan

Selasa, 02 Juni 2026 | 12.51 WIB Last Updated 2026-06-02T05:51:24Z








Tangerang - Manajemen BMS FC Tigaraksa melayangkan surat terbuka kepada Askab PSSI Kabupaten Tangerang, Komite Wasit, penyelenggara kompetisi, dan seluruh pecinta sepak bola menyusul cedera serius yang dialami pemain mudanya, Sandi Permana, dalam ajang Piala Bupati Tangerang U-13.


Dalam pertandingan yang digelar pada Minggu (31/5/2026), Sandi Permana mengalami patah tulang sehingga Insiden tersebut memicu keprihatinan mendalam dari manajemen BMS FC yang menilai keselamatan pemain usia dini harus menjadi perhatian utama seluruh pihak.


Yang menjadi sorotan, menurut BMS FC, kejadian tersebut bukanlah insiden pertama dalam kompetisi tersebut. Sebelumnya, penjaga gawang Bintang Kelapa Dua juga mengalami cedera serius saat menghadapi FIFA Farmel Academy. Kini, giliran pemain BMS FC mengalami nasib serupa saat bertanding melawan tim yang sama.


Dua kejadian cedera serius yang menimpa pemain dari klub berbeda dalam pertandingan menghadapi lawan yang sama dinilai layak menjadi bahan evaluasi serius bagi penyelenggara kompetisi dan perangkat pertandingan.


Dalam surat terbukanya, BMS FC mempertanyakan mengapa pelanggaran yang berujung pada cedera patah tulang tidak diikuti tindakan tegas dari perangkat pertandingan


“Kami mempertanyakan mengapa hingga terjadi patah tulang pada pemain kami, tidak ada satu pun peluit yang dibunyikan oleh wasit. Mengapa tindakan-tindakan yang berpotensi membahayakan pemain tidak mendapatkan respons tegas dari perangkat pertandingan,” tulis manajemen BMS FC.


BMS FC menegaskan bahwa surat terbuka tersebut bukan bertujuan mencari kambing hitam atau menyudutkan pihak tertentu. Namun mereka meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap jalannya kompetisi, khususnya terkait standar keselamatan pemain dan ketegasan perangkat pertandingan dalam mengambil keputusan di lapangan.


Manajemen BMS FC meminta Askab PSSI Kabupaten Tangerang melakukan evaluasi terhadap pertandingan yang menyebabkan cedera serius tersebut, mengevaluasi kinerja perangkat pertandingan, melakukan kajian atas insiden yang terjadi, serta memberikan pembinaan kepada seluruh perangkat pertandingan agar lebih tegas terhadap pelanggaran yang membahayakan pemain.


“Kami tidak mencari kesalahan, kami mencari perbaikan. Setiap anak yang masuk ke lapangan berhak mendapatkan perlindungan yang layak. Setiap anak yang bermain sepak bola berhak pulang dengan selamat,” tegas BMS FC.


Mereka juga mengingatkan bahwa dalam sepak bola usia dini, prestasi dan gelar juara tidak boleh mengalahkan aspek keselamatan pemain.


“Tidak ada trofi yang lebih berharga daripada keselamatan seorang anak. Kemenangan bisa diraih kembali, tetapi masa depan seorang anak yang terhenti karena cedera serius tidak akan pernah bisa diputar kembali,” tulisnya.


BMS FC berharap surat terbuka tersebut menjadi perhatian serius bagi Askab PSSI Kabupaten Tangerang dan seluruh pihak terkait agar kejadian serupa tidak kembali terulang.


“Hari ini mungkin Sandi Permana. Besok bisa jadi anak lain. Jangan sampai kita semua menyesal karena diam,” demikian pesan penutup dalam surat terbuka yang ditandatangani Manajemen BMS FC, Raden Lintang Fisutama. (Haz)