Kabupaten Serang-Proyek pengembangan pembangunan gedung PT king paper yang berlokasi di kawasan Industri modern Cikande kabupaten Serang Banten berdiri megah namun sebaliknya di balik kemegahan perluasan gedung PT King Paper tersebut meninggalkan kesedihan dan kerugian materi bagi para pedagang di sekitar Modern Cukande kabupaten Serang-Banten.
Kerugian di alami pencari rezeki tersebut mencapai belasan rupiah yang di akibatkan para subkontraktor PT King Paper setelah pekerjaan pergi begitu saja tanpa penjelasa ke pihak pencuri rezeki di daerah Cikande modern.
Salah satu korban yang mengaku dirugikan yaitu di ketahui bernama Romlah dimana dirinya ikut mengais rezeki dilingkungan proyek tersebut. Kamis, 30/04/26.
Romlah menerangkan salah satu pedagang nasi yang berjualan di sekitar lokasi proyek pembangunan gedung PT king paper menjelaskan, " saya kedatangan seorang yang bernama Juki, dia mengaku sebagai mandor proyek pembangunan gedung PT king paper,lalu dia menyewa satu rumah miliknya untuk para pekerja proyek menginap,'Urai Romlah.
Ditambahkan oleh Romlah bahwa dirinya diintaenyiapkan makanan untuk pekerja-pekerja proyek,namun setelah beberapa bulan mandor yang diketahui bernama Juki tidak keliatan hingga sekarang, kemungkinan besar dia kabur serta bekas makan, minum dan sewa rumah tidak di bayarkan, "tutur Romlah pada wartawan.
Romlah menerangkan bahwa adanya proyek pembangunan gedung PT king paper ini membuat saya rugi Rp. 19 jutaan. " Jelas Romlah.
Lanjut Romlah, " Sementara Mnador yang di ketahui bernama Juki beserta anak buah nya juga hutang rokok ke adik saya,adik saya itu kerugian sekitar Rp. 3 jutaan dan belum di bayar juga, "kami warga sini sangat percaya teryata kepercayaan saya, kebaikan saya membatu merka di balasa dengan cara yang sangat menyakitkan," Saya mau menghutangkan kepada Juki karena Juki bilangnya " saya mandor yang bekerja di proyek pembangunan gedung PT king paper, jangan takut karena, pasti dibayar" kata Romlah menirukan ucapan mandor Juki.
Hal senada juga diungkapkan Rendy pekerja proyek pembangunan gedung PT king paper ikut dengan mandor Juki.
" Saya ikut bekerja di proyek pembangunan gedung PT king paper bersama mandor Juki sebulan lebih, baru di kasih kasbon Rp. 500 ribu sekarang mandor Juki nya kabur, gak terlihat batang hidungnya, " kata Rendy sedih.
"Beberapa kali saya menanyakan kepada pihak Pihak yang ada di proyek tersebut namun jawab nya mereka gak tau urusannya, cari saja mandor Juki nya, pihak PT. King paper seperti lepas tanggung jawab, jadi kalau sudah begini mah pasrah saja lah, nasib orang kecil selalu teraniaya, itu keringat saya hasil fisik yang saya kerjakan selama satu bulan lebih, kau minum keringat Orang kecil...!" Ujar Rendy kesal.
Yuldani pihak PT. King paper saat dikonfirmasi wartawan mengatakan" saya tidak mau jawab,
Sementara Redaksi Sinarbanten mendapatkan telpon dan pesan whastaap dari seorang bernama Marta dan Zuki, dimana juki yang mengaku asal Pandeglang ingin klarifikasi namun hingga berita ini di turunkan tidak ada kabarnya,sedangkan Marta saat yang di ketahui dari pihak terkait pun maksud dan tujuan isi pesan berantainya whastaapnya di jelas (red)
