Tangerang - Pasca curah hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari kini melanda kawasan industri olek yang langganan terdampak banjir mengakibatkan aktifitas akses jalan menuju PT SKL serta perusahaan lainnya terputus akibat genangan air yang sangat tinggi sekitar 120cm orang dewasa. Senin, 09/3/26.
Peristiwa banjir ini selain dipicu akibat curah hujan yang tinggi, terindikasi juga karena aliran sungai Cimanceuri yang meluap diduga kiriman air dari Bogor yang kerap menjadi kebiasaan rutin apabila lokasi kawasan industri olek terkena dampak banjir.
Wawan, salah satu karyawan perusahaan PT SKL juga mengkhawatirkan keselamatan apabila banjir kembali melanda kawasan industri olek tersebut.
"Kalau sudah banjir di kawasan olek, riskan juga akan keselamatan. Walaupun bagi kami para pekerja sudah biasa melihat pemandangan seperti ini," ujarnya.
Meskipun banjir aktifitas perusahaan terus produksi, setiap shift kami diantar jemput oleh mobil tronton besar mengantar kami ke pabrik.
"Kendaraan kami titipkan di parkiran depan yang jauh dari banjir, kami diantar waktu berangkat dan pulang kerja agar mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," tutur Wawan.
Meskipun begitu, pemerintah daerah Kabupaten Tangerang beberapa waktu yang lalu sudah memantau dan mengevaluasi tentang peristiwa banjir yang sering melanda di kawasan industri olek.
Bodong, selaku warga setempat mengatakan kinerja pemerintah daerah harus lebih serius dalam mengatasi persoalan yang kerap menjadi misteri yang terus menerus kawasan industri olek langganan banjir.
"Persoalan banjir di kawasan industri olek seharusnya sudah ada solusi, bukan hanya menjadi kajian yang hanya sebatas wacana publik," ungkapnya.
Pemerintah daerah Kabupaten Tangerang diminta evaluasi lebih kompeten dan serius hadapi persoalan banjir di kawasan industri olek, agar aktifitas warga dan para pekerja buruh bisa beraktivitas lebih nyaman dan aman.
(Hasanudin)
