Kota Tangerang - Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tangerang, menggeruduk Polres Metro Tangerang Kota. Aksi unjuk rasa PC GP Ansor dan Banser di depan Mapolres Metro Tangerang Kota di Jalan Perintis Kemerdekaan, Babakan, Kota Tangerang, Banten. Mereka menyeruakan keinginan agar polisi menangkap Bahar bin Smith. Sabtu, 7 Februari 2025.
H. Slamet Purwanto, SH, selaku Kasatkorcab dalam orasinya menyuarakan "Tangkap Bahar'' diserukan di depan Ratusan anggota PC GP Ansor Kota Tangerang.
Polres Metro Tangerang Kota memastikan telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan kedua kepada tersangka Bahar bin Smith terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap anggota Banser Kota Tangerang, Rida.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Muhammad Jauhari menegaskan proses hukum perkara tersebut terus berjalan dan kini telah memasuki tahap penyidikan.
“Proses sudah berjalan dan saat ini berada pada tahap penyidikan. Tiga tersangka telah ditangkap dan ditahan. Kemarin kami juga menetapkan status tersangka atas nama HBS,” kata Jauhari, Sabtu 7 Februari 2026 saat menerima massa aksi Banser di Mapolres Metro Tangerang Kota.
Jauhari menjelaskan, Bahar bin Smith sebelumnya telah dipanggil untuk pemeriksaan pertama pada Rabu, 4 Februari 2026, namun tidak memenuhi panggilan dengan alasan masih berkoordinasi dengan kuasa hukumnya.
“Kami telah menerbitkan surat panggilan kedua yang dijadwalkan pada Rabu, 11 Februari 2026 pukul 10.00 WIB,” ujarnya.
Ia menegaskan Polri berkomitmen menjalankan proses penyidikan secara profesional dan transparan. Menurutnya, penanganan perkara ini juga berada dalam pengawasan internal maupun eksternal. Termasuk telah menjadi atensi dan isu nasional.
“Kami pastikan Polri hadir secara profesional dan transparan. Penyidikan ini diawasi oleh pengawas internal dan eksternal,” tegasnya.
Kapolres juga mengimbau seluruh pihak untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif serta tidak mudah terprovokasi.
“Saya selaku Kapolres Metro Tangerang Kota bertanggung jawab penuh terhadap proses penyidikan ini sampai tuntas dan seadil-adilnya,” imbuhnya.
Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Tangerang, Midyani, mengatakan kehadiran massa Banser ke Polres Metro Tangerang Kota bertujuan untuk memberikan dukungan moril kepada jajaran kepolisian agar dapat menuntaskan kasus tersebut secara profesional dan transparan.
“Yang pertama, kami hadir ke sini tujuannya untuk mendukung moral Bapak-bapak polisi yang ada di Polres Metro Tangerang Kota. Insyaallah Ansor dan Banser siap mendukung, siap mendoakan Bapak kapolres dan jajaran agar kasus ini dapat diselesaikan sesegera mungkin,” ujar Midyani.
Midyani menegaskan, berdasarkan keterangan korban, terdapat sekitar 10 orang yang terlibat dalam peristiwa penganiayaan tersebut. Ia pun meminta agar seluruh pelaku diproses secara adil tanpa tebang pilih, termasuk tiga orang yang sebelumnya telah mendapatkan penangguhan penahanan.
“Kami meminta agar tiga pelaku yang sudah melakukan penangguhan penahanan dimasukkan kembali. Hal itu mencederai hati kami jika ada pelaku yang mendapatkan penangguhan. Kami bertanya-tanya, ada apa di sana,” tegasnya.
Dan sebelum masa membubarkan diri Ketua PC GP Ansor menyuarakan "Catat semua tadi apa yang di sampaikan Bapak Kapolres kalo tidak bsa dibuktikan kita datang lagi dengan gelombang kedua jauh lebih besar," pungkasnya Midyani.
