Sinarbanten.id - Pada TW 1902.0845 Jaga kodal lanal Banten menerima laporan kebakaran kapal yang terjadi di Selat Sunda. Diketahui setelah menerima informasi dari kamera pengawas SDS Lanal Banten, terlihat di monitor ada kapal dengan kepulan asap yang tinggi.
Peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke Paspops selanjutnya di teruskan kepada komandan Lanal Banten untuk menurunkan unsur agar melaksanakan evakuasi.
Dari berdasarkan keterangan yang dihimpun, kapal yang terbakar tersebut bernama KM
Inti Marina 7 (114 GT). Berasal dari Muara Baru Jakarta yang rencananya akan menuju ke perairan Panaitan. Dan jumlah ABK sebanyak 31 orang berasal dari Pekalongan dan sekitar Sukabumi Jawa Barat.
Diduga kronologis kejadian berdasarkan keterangan Nakhoda, Mukriyanto (53) asal Pekalongan mengatakan pada saat kejadian ABK berusaha memadamkan api dengan menggunakan Apar.
"Api semakin membesar karena berdekatan dengan tangki BBM sehingga api tidak dapat dikendalikan," tuturnya.
Selanjutnya, Nakhoda mengumpulkan seluruh ABK untuk melaksanakan evakuasi mandiri dengan cara melompat ke laut. Peristiwa kebakaran kapal Inti Marina 7 hanya dokumen kapal yang berhasil diselamatkan, dokumenn pribadi dan barang-barang lain hangus terbakar.
Sementara itu, pada saat melintas kapal ikan lain, Nakhoda meminta tolong untuk membantu evakuasi. RBB pulau Deli Lanal Banten tiba di lokasi dan membantu evakuasi korban dan dibawa ke dermaga Lanal Banten
Menurut keterangan dari hasil evakuasi jumal ABK 31 orang tersebut, yang selamat 28 orang, meninggal dunia 1 orang, serta dalam pencarian 2 orang.
Korban selamat dibawa ke BP Lanal Banten untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut, dan untuk korban meninggal dunia dibawa langsung ke RS Panggung Rawi, bagi korban hilang masih dalam pencarian. Selanjutnya untuk penanganan ABK di serahkan ke Ditpolairud Polda Banten.





